Mau nasional atau lokal, itu sama: cara untuk mengukur tingkat kebisaan murid agar bisa ditentukan apakah murid tersebut bisa melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi.
Dalam ujian kecakapan dan kedewasaan mengemudi, misalnya, jika si murid lulus maka dia berhak mendapatkan SIM, dan boleh mengemudikan mobil di jalan raya.
Bagaimana dengan sekolah? Sama. Kalau sudah lulus SD, maka boleh melanjutkan ke SMP. Begitu seterusnya sampai, misalnya, dia boleh menyandang gelar doktor.
Jadi, ujian selalu memberikan dua hasil: lulus atau tidak lulus. Sederhana kan? Eksamen, kata simbah saya. Kalau tidak lulus ya harus mengulangi ujian.
Baca entri selengkapnya »