Satu lagi tambahan pekerjaan Badan Intelijen Negara. Dulu BIN memiara rusa comotan dari Istana Bogor untuk kemudian dikirim ke Monas yang berpagar. Mungkin di Kalibata, Jakarta Selatan, rusa-rusa itu dicuci otaknya: atas nama keamanan negara maka rumput, kertas, dan plastik itu sama; boleh dimakan.
Sekarang BIN mau mengontrol printer berwarna dari jenis multifungsi (bisa scan dan ngefaks). Alasannya? Untuk mencegah pemalsuan uang.
Sungguh mulia. Mestinya BIN juga mengawasi produksi, distribusi, dan pemilikan pisau dapur maupun gunting kain, karena benda-benda tajam itu bisa dipakai untuk membunuh. Baca entri selengkapnya »
