Arsip untuk Juni, 2006

Aneh, bodoh, tapi nyata: mengawasi printer

26 Juni 2006

Satu lagi tambahan pekerjaan Badan Intelijen Negara. Dulu BIN memiara rusa comotan dari Istana Bogor untuk kemudian dikirim ke Monas yang berpagar. Mungkin di Kalibata, Jakarta Selatan, rusa-rusa itu dicuci otaknya: atas nama keamanan negara maka rumput, kertas, dan plastik itu sama; boleh dimakan.

Sekarang BIN mau mengontrol printer berwarna dari jenis multifungsi (bisa scan dan ngefaks). Alasannya? Untuk mencegah pemalsuan uang.

Sungguh mulia. Mestinya BIN juga mengawasi produksi, distribusi, dan pemilikan pisau dapur maupun gunting kain, karena benda-benda tajam itu bisa dipakai untuk membunuh. Baca entri selengkapnya »

Ujian & zig-zag pendidikan

23 Juni 2006

Mau nasional atau lokal, itu sama: cara untuk mengukur tingkat kebisaan murid agar bisa ditentukan apakah murid tersebut bisa melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi.

Dalam ujian kecakapan dan kedewasaan mengemudi, misalnya, jika si murid lulus maka dia berhak mendapatkan SIM, dan boleh mengemudikan mobil di jalan raya.

Bagaimana dengan sekolah? Sama. Kalau sudah lulus SD, maka boleh melanjutkan ke SMP. Begitu seterusnya sampai, misalnya, dia boleh menyandang gelar doktor.

Jadi, ujian selalu memberikan dua hasil: lulus atau tidak lulus. Sederhana kan? Eksamen, kata simbah saya. Kalau tidak lulus ya harus mengulangi ujian. Baca entri selengkapnya »

Trikotomi Nggedabrus

22 Juni 2006

Crang-cring Nggedabrus menyebut blog ini sebagai "santri, priyayi, abangan". Mungkin dia meminjam trikotomi Pak Geertz. Rada ngawur tapi saya tersanjung, dan kudu memberikan koreksi.

Pertama: saya bukan santri. Kedua: priyayi dan abangan tidak mesti berada dalam kutub dikotomis, karena itu mestinya boleh menyatu — maksud saya alangkah gaya dan kemlinthinya kalau saya ternyata priyayi yang abangan karena sering pakai baju merah. Baca entri selengkapnya »

Kerepotan polisi menghadapi ormas (Islam) “anarkis”

13 Juni 2006

Ada yang mendesak pembubaran ormas Islam "anarkis". Eh, sik, sik, mengko dhisik, entar dulu. Apa dasar hukumnya? Ada yang lebih mendasar: apa pengertian anarkis? Masa sih apapun yang tak sehaluan harus dibasmi tanpa alasan kuat? Baca entri selengkapnya »

Playboy Indonesia: memang sial

12 Juni 2006

Cuma satu kata untuk Playboy edisi Indonesia: sial. Ya, penerbit majalah hiburan pria dewasa itu menyandang nama sial. Baca entri selengkapnya »