Trikotomi Nggedabrus

22 Juni 2006

Crang-cring Nggedabrus menyebut blog ini sebagai "santri, priyayi, abangan". Mungkin dia meminjam trikotomi Pak Geertz. Rada ngawur tapi saya tersanjung, dan kudu memberikan koreksi.

Pertama: saya bukan santri. Kedua: priyayi dan abangan tidak mesti berada dalam kutub dikotomis, karena itu mestinya boleh menyatu — maksud saya alangkah gaya dan kemlinthinya kalau saya ternyata priyayi yang abangan karena sering pakai baju merah.

Dulu saya dan teman pernah ditanya, kenapa nggak ikut ICMI. Teman saya dengan mbagusi menjawab, "Saya bukan muslim."

Teman satunya menjawab gagah, "Saya nggak suka diikat." 

Saya kehabisan stok untuk kemlinthi. Untung ada ide: "Saya bukan orang Indonesia."

Si penanya jengkel, "Oh jadi kalian merasa sebagai cendekiawan?"

Salah satu dari kami menjawab, "Kami nggak bilang gitu. Kecendekiaan maupun ketidakcendekiaan itu kan soal pengakuan oleh orang lain, bukan klaim diri." 

"Nah, kalau begitu, kalian memang bukan cendekiawan," simpul si penanya.

"Betul, karena itulah sampeyan berteman dengan kami," kata saya. 

3 Tanggapan ke “Trikotomi Nggedabrus”

  1. Nggedabrus Berkata

    Nggedabrus itu memang naif, dangkal, dan membingungkan. Fakta diplintir jadi fiksi, fiksi direkayasa jadi fakta.

    Tapi saya menyematkan trikotomi Gertz bukan tanpa alasan. Topik Kemlinthi kan sebetulnya manifestasi kekonyolan pengelompokkan kasta di ranah jawa.

    Megawati – PDIP. Gus Dur – Banser. Pejabat jadi militer dan vice versa. Santri jadi senjata dan perestu kongkalingkong. Sad but true, kan itu yang terjadi.

    Jelas saya kali ini nggedabrus tak berdasar, tapi ini juga karena ketularan kemlinthi. Ah, dengan ini saya ingin denial ala orde baru : “Bukan saya pak yang salah”.

  2. kemlinthi Berkata

    haha! berarti kita memang teman, karena sama-sama doyan yang “naif, dangkal, dan membingungkan”.

    kalo mau cari isi blog, eh cring, yang ngaco, sakgeleme dhewe, salah satunya memang di sini.

    bikin aliansi kemlinthi nggedabrus yuk… :D

  3. ndoro kakung Berkata

    wah, iki mulai ndak bener. mosok mau nambahi jumlah wong gendeng….ning kayaknya lucu juga yo yen kabeh wong gendeng jadi satu cring… jenenge lalijiwo, griya sakit kurban penyakit ra mutu … :D


Tinggalkan Balasan