Pro-RUU-AP tapi membiarkan kawin kontrak oleh turis Arab

11 Juli 2006

Judul di atas memang ndak mutu. Sama ndak mutunya dengan tudingan yang diarahkan kepada kaum pro-RUU-AP, dalam hal ini FPI dan sejenisnya. Meriah, sensasional, tapi melenceng dari fokus. Juga: sewenang-wenang.

 

Kalau dipetakan kira-kira begini kesesatan pikir dari sebagian lawan FPI dalam soal ini.

  1. FPI dan sejenisnya sangat pro-RUU-AP
  2. Sebagai barisan Islam mereka merujuk ke bangsa dan kebudayaan Arab
  3. Kalau ternyata ada turis ataupun bisniswan Arab yang main perempuan (baca: pelacur), maka FPI dan kaumnya harus merasa dipermalukan. Catatan: Yang dimaksud adalah orang-orang Arab yang suka booking hotel di Petamburan maupun Jalan Pramuka, keduanya di Jakarta Pusat, serta di kawasan Puncak, Jawa Barat.
  4. Jika ternyata ada sebagian orang dari Timur Tengah melakukan kawin kontrak di kawasan Puncak, maka FPI dan sejenisnya harus merasa dipermalukan karena kawin kontrak (di mata sebagian orang) tak beda dengan menyewa pelacur lebih dari semalam. Artinya FPI dan barisannya harus bertindak untuk membuktikan diri konsisten. Harap diingat: kawin kontrak juga dilakukan oleh sebagian pekerja asing non-Arab. Ralat: ada yang nggak nikah ding, wong cuma hidup bareng.

 

Kacau, bukan?

Kalau masalahnya adalah perbedaan pendapat dalam RUU-AP dan sejumlah perda yang – dicitrakan oleh penentangnya sebagai – berbau syariat Islam, maka pembedahannya tak perlu melebar ke mana-mana.

Kembalikan saja semuanya kepada fokus: kenapa pro, kenapa menolak, lantas di mana titik temunya. Keduanya sama-sama menolak pornografi, kan? Yang jadi masalah kan rumusan pornografi dan cara pengaturannya.

Mari kita urutkan. Kalau masalahnya adalah orang asing yang ingin wisata seks, kenapa orang Arab yang dijadikan bahan tolakan? Seorang sopir taksi Singapura pun senang berwisata seks di Jakarta, dengan alasan ceweknya lebih murah daripada Singapura (lorong-lorong Geylang Road?). Begitu pula pekerja asing dari Jepang dan Korea. Mereka mengakui hiburan seks di Jabotabek lebih murah daripada di negaranya. Oh ya, yang bule juga menganggap begitu.

Jadi, sungguh ngawur dan aneh kalau masalahnya kemudian dipelintir. Jadinya begini: Islam antimaksiat, padahal sebagian orang Timur Tengah (yang mayoritas Islam) juga melakukan maksiat.

Ini sama nggak nyambungnya dengan menyimpulkan orang Nasrani, Buddha, Khonghucu, atau apalah, pada mendukung pelacuran karena sebagian orang asing yang diandaikan menganutnya juga suka cari perek.

 

Bagaimana dengan kawin kontrak? Sejauh saya tahu, ini istilah non-keagamaan. Terus terang saja, ada wilayah yang tak saya pahami dngan genah, jadi saya tak membahas lebih jauh soal yang dalam agama Islam ada aturan (dan tafsirnya) sendiri.

Jadi kenapa mesti mbleber ke mana-mana, sehingga akhirnya masalah bisa saya judulkan seperi di atas?

Yah, namanya manusia. Kalau kita tak menyukai seseorang, dan ada perbedaan pendapat, maka hal-hal di luar soal utama — baik yang faktual maupun sekadar konon — akan kita pakai untuk memojokkan, dan bila perlu merontokkan orang itu.

Ngomong-omong, dalam konflik inilah porsinya: 40 persen esensi, 60 persen psikologi. Kadang malah 30:70.

 

25 Tanggapan ke “Pro-RUU-AP tapi membiarkan kawin kontrak oleh turis Arab”

  1. lantip Berkata

    nah.. anti bukan berarti menyetujui apa yang ditolak. selalu saja yang anti ruu app dikatakan orang yang menyetujui maksiyat, maksiyut dan sejenisnya. padahal alasan yang anti juga bermacam-macam.
    sementara yang pro pikirannya hanya satu, agama tidak akan tegak kalo ruu ini tidak dibikin. lha ya gak nyambung kan? :)
    repot. saya juga bingung untuk urusan yang satu ini. hehe
    salam kenal mas :)

  2. asrofisains Berkata

    Ok, begini mas,bukannya saya sok suci….Agama di Indonesia ada 5 atau bahkan 6 sekarang yg sah, Orang Indonesia pasti meyakini salah satunya bahkan ada jg yang agamanya cuman KTP(Kartu Tanda penduduk doank). saya tdk menyinggung itu. trus ada jg yg menyinggung soal budaya.ada crita gini mas ” si Boy kmrn beli sepatu di salah satu toko,ternyata tdk ada yg Pas buat kakinya…jelas si boy hrs pergi mencari toko lain yg sepatu2 nya pas buat kakinya atau pesan ke pabrik sepatu utk kakinya itu..tidak mungkinkan kakinya disayat/dipotong kan agar pas. nah dr situ, budaya hanya sebatas buatan manusia mas…seperti sepatu,sedangkan kaki itu buatan Tuhan,sama seperti Agama. kita tdk bisa menghukum yg tdk jelas kepercayaan apa/budaya mana yg mereka pakai,seperti orang2 arab itu. saya yakin dng UU-APP nanti lebih Global..& bisa menindak tegas orang2 yg berbuat aneh2…& saya yakin dng UU_APP malah melindungi budaya Indonesia dr budaya barat.

  3. johan Berkata

    ah ya .. FBR (bukan fpi ya .. tapi khan agak-agak sejenis … ) yang tempo hari ngusir inul juga kayak gitu mas … padahal setahu saya masyarakat betawi masih banyak yg secara tradisional cuma pake kutang doank ….

    Pernah saya posting pula macam itu ….
    http://yuljeworo.sekolah-bisnis.com/?p=34

  4. Luthfi Berkata

    kawin kontrak spt itu kalo ndak salah namanya nikah mut’ah, kebanyakan pelakunya orang2 syi’ah

  5. wadehel Berkata

    Ayo dukung Pasukan Bom Jihad Palestina!!!

    *esensi:psikologi=13:80 (7 ilang kepotong pajak)*

  6. koeaing! Berkata

    sing temping penti’e boeng !

  7. yoyok Berkata

    wah wis embuh, maunya apa arek2 iku…
    sombong bin arogan

  8. abdul Berkata

    Mengapa cewek indonesia mau kawin kontrak dengan orang arab? mengapa mesti sama orang arab kawin> apa keuntungannya dan apa ada nilai atau rasa yang lebih wah…. jika kawin sama orang arab?

  9. giffari Berkata

    boekan begitoe.

    biar saya jelaskan :

    orang2 arab yg nikah kontrak ama orang indonesia, padahal orang arabnya islam, itu disebut *orang2 islam syiah*.

    islam syiah adalah islam yg sudah tercampurtangani manusia, jadi tidak jelas aturan2nya. seperti shalat boleh 3 kali, nikah mut’ah, berzina boleh, bahkan menolak Nabi Muhammad dan menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai panutan, melebihi Nabi Muhammad. itu ISLAM SYIAH.

    kalau yang benar, itu islam sunni. islam sunni adalah islam yg murni ajaran dari Allah, belum tercampur tangani manusia.

    saya islam sunni.

    to abdul :
    tauk. kalo menurut saya nikah kontrak adalah pelacuran dalam jangka waktu tertentu.

    pake bahasa formal itu sulit juga, yahhhhhhhh….

    wassalam.

  10. giffari Berkata

    dan kalo FPI (ato FBR ya?) tidak menggerebek, mungkin mereka belum tahu kali.

    coba aja kasitauin mereka.
    caranya?
    ini jaman informasi, mas!

    wassalam.

  11. Nur Muhamad Berkata

    Agama apa pun adalah buatan manusia. Kalau agama buatan Allah, maka ia takkan sibuk dengan urusan sexualitas. Yang ngurus sexualitaskan manusia. Tujuannya untuk rekreasi dan perkembangbiakan. Kalau Allah ngurusin masalah SEXualitas maka ada yang Allah bukan Allahu Akbar. Ia tak sempurna. Jadi Allah yang dikutbahkan itu hy bikinan pikiran manusia. Karena pikiran itu tak terlepas dari sex maka agama diminta tolong untuk ngurusan itu. Agama yang mau ikuti kehendak pikiran adalah agama yang maksiat. Seperti John lenon, saya mau mengajak kita utk membayangkan hidup tanpa agama. Pasti tak ada cekcok yang tidak perlu seperti ini. Wassalam. Nurul

  12. Memet Berkata

    Sebuah cara pandang yang bernas. FPI dan sejenisnya adalah ‘kepanjangan’ dari penguatan UU yang ada, tapi caranya ’sensasional’. Ditambah lagi, ketakutan yang dihembuskan oleh para ‘pedagang’ karena dagangannya jadi tidak laku. Lengkap sudah musuh FPI. Agama melawan pedagang. Padahal Nabi Muhammad itu adalah pembawa agama dan pedagang.

    Jadi, dukung ide FPI, tapi tidak caranya. Baru di sini kita bisa duduk bersama, tanpa saling mencerca.

    Indonesia masih berada di jalan yang benar! Semoga!

  13. dalijo Berkata

    fpi ketua nya kan arab alias awod ya jelas aja dia tiadak akan mengobak abrik puncak bisa aja ketua fpi mempraktekan spt itu enyyak,enyaakenyaaaaaaaaaaaaaaaaak. pelacuran noway

  14. Dee-dee Berkata

    pas bgt nih sama skripsi ku… boleh minta referensi tak..?makasyii….

  15. infinty Berkata

    Setuju bos… yang anti RUU APP itu mmg kebablasan…

  16. nung Berkata

    hai..hai,salam kenal ya, rame bgt disini,
    numpang mmpir ya..d tunggu mmpir balik k http://nung.wordpress.com
    add link jga ya..

    tks

  17. Lyon Berkata

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation :) Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Lyon.

  18. alihadun Berkata

    yang bilang budaya buatan manusia dan agama buatan tuhan????!!!
    itu jelas keblinger.agama lahir dari budaya.
    agama hasil karya manusia.
    kalau agama buatan tuhan yang mahakuasa niscaya agama akan sama.dan gak ada pertikaian agama.
    sampai sekarang agama ada unsur pemaksaan.dari orang tua,lingkungan.seorang islam akan sewot kalau lihat anaknya kegereja.dan sebaliknya.
    nabimusa bisa belah laut dengan tonkatnya.harus percaya.kalau tidak.murtad.masuk diakal atau tidak.telan.
    padahal sebagian besar agama lahir di tempat yang masyarakatnya terkenal banyak pembohong. yakni arab,dan israel

  19. Temon Berkata

    Perancangan UUAP yang dimotori fraksi PKS ini sedikit banyak telah menyentuk wilayah-wilayah priba. Bahkan pada definisi pornografi disebutkan “Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.”
    Banyak hal yang mengganjal dalam devinisi ini. Batasan-batasan yang digunakan sangat abstrak dan berpeluang menjadi “pasal karet”. Orang “Ngobrol di pinggir jalan dapat dikenai pidan. Dalam devinisi ini juga menggunkan ukuran “dapat membangkitkan hasrat seksual” nah hasrat seksual siapa yang akan dijadikan takaran ? apakah hasrat Hakim, Anggota DPR, atau siapa. hal ini sangat-sangat menuai kebingungan di mayarakat.
    Berbicara dalam Tataran Regional Bali, Masyarakat Bali masih banyan memanfaatkan pemandian umum di telabah (kali-red) di pinggir jalan. bagaimana nasib masyarakat yang menggunakan permandian umum itu ?, apakah tidak mandi karena takut melanggar RUUAP (yang rencananya akan diparipurnakan pada tgl 23 Septeber 2008 menjadi UUAP). Atau minimal tidak mandi sampai mendapat pinjama uang dari pihak lain (BANK/LPD/Kerabat) untuk membangun kamar mandi di rumah, serta menunggu mendapat sambungan PDAM, sedangkan PDAM sendiri sudah kebingungan mencari sumber mata air untuk melayani masyarakat.
    Ratusan artshop yang menjual lukisan wanita Bali yang tanpa menggunakan penutup Badan (maaf, payudara dan alat kelaminnya nampak). Apakah ratusan bahkan ribuan lukisan-lukiran itu harus diberangus karena menurut undang-undang ini dapat membangkitkan hasrat seksual?, bagaimana degan pengusaha artshop berikut kariawannya yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan orang. sehingga jika RUUAP ini tetap diundangkan, akan menimbulkan banyak korban yang harus diadili karena dianggap membangkitkan hasrat seksual seseorang. wah, libidho orang berbeda-beda, apakah harus di generalisir oleh undang-undang?

    Mestikah sebegitu besarnya “perhatian” Negara kepada rakyatnya??
    Haruskah “perhatian” besar ini mematikan perekonomian rakyatnya??
    Satu lagi yang terpenting, Agggota DPR kita yang merancang RUUAP banyak terbelit sekandal korupsi (kalau korusi mah sudah susah dihitung, sampai-sampai di salah satu kabupaten di indonesia semua anggota DPRD satu periode meringkuk di dalam penjara), Skandal seks dengan Sekretaris, WIL, ada juga Korupsi + memesan wanita, padahal sudah punya istri cantik, artis pula!!! Apa iya, harus mengurus moral orang banyak ?

    Atau mungkin keluarnya RUUAP ini salah satu bentuk pelarian dari kegagalan Negara dalam mensejahterakan mayarakatnya?, belum ada pengamat yang berani mengungkapkan hal ini.

    jadi ingat lagunya penyanyi legendaries Iwal Fals. Dalam sebuah lirik lagunya, dia mencoba mengkritik anggota dewan yang terhormat:

    Masalah moral,
    Masalah ahclat,
    Biar kami urus sendiri,
    urus saja moralmu,
    urus saja ahlatmu,
    peraturn yang sehat, yang kami mau…!

    integratet for all
    salam,

  20. RMT. Sutrik Berkata

    Dalam menyikapi persoalan tentang pornografi dan pornoaksi ini, saya mengajak teman-teman sebangsa dan setanah air untuk berolah pikir dan berolah rasa secara bijak, elegan dan komprehensif. Mengapa kita perlu berpikir dan berasa secara demikian? Karena kita tahu bahwa pornografi dan pornoaksi berkaitan erat dengan persoalan hasrat pikiran dan kemampuan dari insan manusia. Manusia diciptakan sama seperti pada umumnya makhluk hidup lain dengan kemampuan berkembang biak melalui cara melakukan hubungan seksual antara dua jenis kelamin yang berbeda. Ini faktor kemampuan jasmani. Namun juga diperlukan adanya hasrat. Karena tanpa hasrat maka secantik atau seganteng apapun lawan jenisnya maka tidak akan pernah terjadi namanya suatu hubungan seks.
    Waduh kok kebablasan ya uraian saya. Ok lah gue… eh saya to the point aja.
    Saya setuju dan pendukung berat penerapan UU APP di negeri tercinta Indonesia ini. Hidup UU APP!!!
    Kalau boleh usul nih. Bagaimana kalau juga ditambah satu lagi undang-undang yang berkaitan dengan urusan esek-esek begituan yaitu UU Anti Ngaceng yang intinya memberikan sangsi hukuman kepada semua laki-laki bin pria bin cowok di seluruh Indonesia untuk dikebiri manuknya/burungnya/penisnya bila ketahuan ngaceng ketika melihat perempuan bin wanita bin cewek yang bukan mukrimnya.

  21. adek Berkata

    Kita lihat apakah RUU AP bisa ketokpalu pada DPR hasil pemilu 2009. Apakah langsung ketok, direvisi, dipermak abis, atau ditunda-tunda? Memang penuh kontroversi sih RUU tersebut, apalagi menyangkut mayarakat indonesia yang multikultur atau mempunyai keberagaman dalam berbagai aspek kehidupan. Kita tunggu aja kelanjutannya ya :)

  22. Firman Berkata

    Bgmn gk mau nikah kontrak sm orang arab,kan dia bs kayak orang arab. Orang arab kan.. Muslim 100% taat pd agama.Pdhal tu,cm arab.Orangx gk. Mmm.. Orang arab..^^,jgnkan nikah kontrak. Babu wanita dr indonesia aja di sikat habis di negarax klu gk di Kasih, disiksa smpai … Babak blur.Ya.. spti yg kt li TV.atau dimedia lainx. Tp,bgmn pun org indo msh bgga sm orang arab.Jd bingung sndri.Kelakuanx mlbihi orang barat. M’f bkn m’bedakan. Tp mmg ia kan.
    Wassalam

  23. ainussyifa Berkata

    podo mersul kabeh… omongan sak nggenahe… oh maaf emang disini tempat ngomong pengumbar syahwat.. gue jadi lupa….soyi2.. saya masih awam kalo ngomong masalah beginian… tapi betul lho, gue nggak menuhankan inul… yang menuhankan inul ya yang bela inul sampe berdarah2 itu… suwer bukan gue….gue emang setuju ama ruu ap ; gitu aja… bukan untuk menang2an… tapi tujuannya MEMPERKUAT TOLERANSI DAN MEMBUAT ORANG BERLAKU ADIL DG MENJALANKAN SYARI’AT ISLAM BAGI PEMELUK2NYA… itu lho yang ada di jakarta charter… bukan maksud gue mau kemlinthu lho gue orang awwaam gak tahu seluk beluk sekulerisme atao apa namanya..emmm… oh.. zionis,,, !! bedebah ya zionis israel itu .. dan kesimpulannya adalah; KEMLINTHI BEDEBAH.. heee..hee… maaf2 kalo kata2 gue dikatakan kotor …soalnya sih …pembahasannya pornografi. .dan sebagai warga negara yg berasas pornogrzfi gue berhak dong ngatain yang punya blog ini KEMLINTHI GAK PUNYA DASAR YANG KUAT. maaf kalo tersingung… klao pakai bahasa penggemar inul dan kawan2 bisa berarti; yang punya blog ini ADALAH ORANG GOBLOG NAJIS KAYAK TAI ..memang gan pembela inul itu bahasanya sudah menyimpang dari tatasusila.. ya ..anda bisa maafin deh…namanya aja orang lagi mabuk porno. kalo terganggu sewottt…… sekian dulu mbah kemlinthi dan kawan2nya yang njelehi bin ra nggarjusi..maaafflahir batin…semoga lekas sembuh….dari syarapnya!!! MARI KITA BERTOLERANSI KEPADA YANG BEDA AGAMA…..

  24. ainussyifa Berkata

    semoga Yuhan memberkati yang punya blok…. PORNOGRAFI? KELAUT AJE!!…kalo mbahas pornografi jangan bawa2 arab segala..ini masalah agama gue.. betul2 yang anti uu anti porn dah keblingerrr… gus..gus…


Tinggalkan Balasan